Langsung ke konten utama

Syarat-Syarat Makanan Sehat



   Makanan yang sehat adalah makanan yang higenis serta banyak mengandung gizi. Makanan higenis, yaitu makanan yang tidak mengandung kuman penyakit dan tidak boleh bersifat meracuni tubuh serta lezat rasanya. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut


  • Protein yang dikonsumsi harus mengandung kesepuluh asam amino utama, yaitu lisin, triptofan, histidin, penilalanin, leusin, isoleusin, threonin, metionin, valin, dan arginin.
  • Harus cukup mengandung kalori.
  • Harus cukup mengandung vitamin.
  • Harus cukup mengandung garam mineral dan air.
  • Perbandingan yang baik antara sumber karbohidrat, protein dan lemak. 
Selain syarat-syarat tersebut diatas, agar memberikan kesehatan bagi tubuh, sebaiknya juga harus
  • Mudah dicerna oleh alat pencernaan.
  • Bersih, tidak mengandung bibit penyakit, karena hal ini tentu akan membahayakan kesehatan tubuh serta tidak bersifat racun bagi tubuh.
  • Jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.
  • Tidak terlalu panas pada saat disantap. Makanan yang terlalu panas disajikan, mungkin sekali dapat merusak gigi dan mengunyah pun tidak dapat sempurna.
  • Bentuknya menarik dan rasanya enak.



Sumber: Irianto (2007), Gizi dan Pola Hidup Sehat



Komentar

  1. thanks yahh,,gua dapet 100 berkat artikel ini :)
    n visit jga yah http://96addank.blogspot.com/2014/01/kemuliaan-melaksanakan-shalat-5-waktu.html

    BalasHapus
  2. good artikel
    ciri-ciri makanan sehatnya sangat lengkap
    kunjungi balik artikel saya ya
    Memilih Suplemen Makanan Yang Tepat

    BalasHapus
  3. Saya ingin bertanya soal poin yang terakhir. Apa maksudnya "bentuknya menarik dan rasanya enak"? Padahal jika kita tinjau, kebanyakan makanan demikian mengandung zat aditif kimiawi yang tidak menyehatkan tubuh.
    Saya minta penjelasannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya makanan yang diolah dari bahan yang segar dengan cara yang tepat sehingga tampilannya menarik, rasanya enak dan sehat (misalnya juz buah, salad buah) Bukan makanan yang 'sengaja' dibuat menarik karena penambahan pengawet.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Pelu Dilakukan agar Anak Tumbuh Tinggi?

Minggu lalu saya bertemu dengan seorang ibu yang memiliki anak usia 14 tahun. Ibu tersebut mengkhawatirkan anak laki-lakinya yang pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya. Perlu dipahami bahwa awal masa pubertas pada anak berbeda-beda. Anak perempuan memasuki usia pubertas sejak umur 8-12 tahun.  Sedangkan anak laki-laki mengalami masa pubertas di usia 9-14 tahun. Diantara perubahan fisik yang terjadi selama masa pubertas yang paling tampak nyata adalah meningkatnya tinggi badan dan berat badan serta kematangan seksual. Di awal masa remaja anak perempuan lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki seusianya. Pada usia 10 tahun, tinggi badan anak perempuan mulai bertambah 3 inci setiap tahun. Pada anak laki- laki lonjakan pertumbuhan baru dimulai pada usia 12 tahun dengan pertambahan tinggi badan 4 inci setiap tahun. Sehingga sekitar usia 14 tahun pertumbuhan anak laki-laki mulai mengungguli pertumbuhan anak perempuan. Oleh karena itu, ibu perlu m...

Gizi Neonatal

"Pertumbuhan pada masa bayi merupakan pertumbuhan paling cepat diantara periode pertumbuhan lainnya. Asupan zat gizi yang kurang pada masa bayi akan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan di masa depan" Menilai Kesehatan Neonatal Berat bayi baru lahir sebagai patokan Berat bayi yang baru lahir merupakan patokan kunci status kesehatan selama masa kehamilan. Biasanya berat bayi baru lahir adalah 2500-3800 gram dan dengan panjang badan 47-54 cm.

Pedoman Gizi Seimbang

Pedoman Gizi Seimbang telah diimplementasikan di Indonesia sejak  tahun 1955. Pedoman tersebut merupakan realisasi dari rekomendasi Konferensi Pangan Sedunia di  Roma tahun 1992. Pedoman tersebut menggantikan slogan“4 Sehat 5  Sempurna” yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952 dan sudah tidak sesuai  lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam  bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi. Dengan mengimplementasikan Pedoman Gizi Seimbang diyakini bahwa masalah gizi beban ganda dapat teratasi. Prinsip Gizi Seimbang terdiri dari 4 (empat) Pilar yang pada dasarnya  merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar  dan zat gizi yang masuk dengan memonitor berat badan secara teratur. Empat pilar tersebut adalah: Mengonsumsi makanan beragam Membiasakan perilaku hidup bersih Melakukan aktivitas fisik Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) normal Sumber: Kementerian Kesehatan Ri. 2014. Pedoman...