Salah satu bahan makanan yang dianjurkan untuk dibatasi adalah gula. Pandangan umum selama ini yang dikaitkan dengam intoleransi glukosa dan insulin resistensi adalah komponen glukosa dari gula. Gula meja misalnya terdiri dari glukosa dan fruktosa. Meski pun demikian, fruktosa tidak menjadi perhatian yang cukup dibandingkan dengan glukosa. Padahal terdapat bukti ilmiah bahwa fruktosa memiliki hubungan yang erat dengan intoleransi glukosa dan resistensi insulin. Fruktosa adalah suatu simple sugar yang terdapat di dalam madu, berbagai buah, gula meja (sukrosa) dan high fructose corn syrup (HFCS). Fruktosa memiliki sifat-sifat khusus yang menyebabkannya perlu lebih diwaspadai dibandingkan dengan glukosa.
Metabolisme fruktosa berbeda dengan glukosa dengan sifat yang spesifik yakni tidak menekan rasa lapar. Bahaya dari sifat ini, tidak ada kontrol internal tubuh terhadap konsumsi fruktosa sehingga orang sering terus makan fruktosa secara berlebih tanpa ada rasa kenyang karena pusat lapar tidak tertekan.
Hampir semua fruktosa yang masuk ke dalam hati dengan cepat dikonversi oleh hati menjadi glukosa, glikogen, laktat, dan fat. Itu sebabnya, konsumsi fruktosa potensial menyebabkan meningkatnya kadar glukosa darah dan dislipidemia.
Dengan sifat-sifat tersebut fruktosa berpotensi besar menginduksi terjadinya resistensi insulin
"Pertumbuhan pada masa bayi merupakan pertumbuhan paling cepat diantara periode pertumbuhan lainnya. Asupan zat gizi yang kurang pada masa bayi akan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan di masa depan" Menilai Kesehatan Neonatal Berat bayi baru lahir sebagai patokan Berat bayi yang baru lahir merupakan patokan kunci status kesehatan selama masa kehamilan. Biasanya berat bayi baru lahir adalah 2500-3800 gram dan dengan panjang badan 47-54 cm.
Komentar
Posting Komentar