Salah satu bahan makanan yang dianjurkan untuk dibatasi adalah gula. Pandangan umum selama ini yang dikaitkan dengam intoleransi glukosa dan insulin resistensi adalah komponen glukosa dari gula. Gula meja misalnya terdiri dari glukosa dan fruktosa. Meski pun demikian, fruktosa tidak menjadi perhatian yang cukup dibandingkan dengan glukosa. Padahal terdapat bukti ilmiah bahwa fruktosa memiliki hubungan yang erat dengan intoleransi glukosa dan resistensi insulin. Fruktosa adalah suatu simple sugar yang terdapat di dalam madu, berbagai buah, gula meja (sukrosa) dan high fructose corn syrup (HFCS). Fruktosa memiliki sifat-sifat khusus yang menyebabkannya perlu lebih diwaspadai dibandingkan dengan glukosa.
Metabolisme fruktosa berbeda dengan glukosa dengan sifat yang spesifik yakni tidak menekan rasa lapar. Bahaya dari sifat ini, tidak ada kontrol internal tubuh terhadap konsumsi fruktosa sehingga orang sering terus makan fruktosa secara berlebih tanpa ada rasa kenyang karena pusat lapar tidak tertekan.
Hampir semua fruktosa yang masuk ke dalam hati dengan cepat dikonversi oleh hati menjadi glukosa, glikogen, laktat, dan fat. Itu sebabnya, konsumsi fruktosa potensial menyebabkan meningkatnya kadar glukosa darah dan dislipidemia.
Dengan sifat-sifat tersebut fruktosa berpotensi besar menginduksi terjadinya resistensi insulin
Stunting merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2017 menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 26.9 %. Sedangkan secara global, Indonesia berada di urutan kelima jumlah balita stunting terbanyak di dunia. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang stunting dan dampaknya. Stunting atau tumbuh pendek adalah istilah yang digunakan untuk anak balita yang mengalami gagal tumbuh yang disebabkan kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Anak yang mengalami stan t erlihat lebih pendek dari anak-anak lain seusianya. Kondisi ini biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun. Biasanya orang tua dan masyarakat umum menganggap bahwa anak yang bertubuh pendek adalah wajar karena faktor keturunan. Masalah stunting tak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak tetapi juga berdampak pada perke...
Komentar
Posting Komentar