Langsung ke konten utama

Parameter Kesegaran Ikan

     Ikan segar lebih cepat mengalami kebusukan dibandingkan daging mamalia. kebusukan ikan mulai terjadi segera setelah rigor mortis selesai. faktor yang menyebabkan ikan cepat busuk adalah kadar glikogennya rendah sehingga rigor mortis berlangsung cepat dan pH akhir daging ikan cukup tinggi yaitu 6.4-6.6, serta tingginya jumlah bakteri yang terkandung dalam perut ikan. bakteri proteolitik mudah tumbuh pada ikan segar dan menyebabkan bau busuk hasil metabolisme protein.
  Pembusukkan menyebabkan bahan pangan menurun mutunya bahkan tidak layak dikonsumsi. Pembusukkan dapat diamati secara subyektif. Berikut parameter penilaian kesegaran ikan.

warna: cerah
mata: berlendir dan cembung
kulit: sedikit berlendir
tekstur: kenyal
sisik: melekat kuat
insang: merah cerah
aroma: khas (segar)

Sumber: Muchtadi (2010)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat-Syarat Makanan Sehat

    Makanan yang sehat adalah makanan yang higenis serta banyak mengandung gizi. Makanan higenis, yaitu makanan yang tidak mengandung kuman penyakit dan tidak boleh bersifat meracuni tubuh serta lezat rasanya. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut Protein yang dikonsumsi harus mengandung kesepuluh asam amino utama, yaitu lisin, triptofan, histidin, penilalanin, leusin, isoleusin, threonin, metionin, valin, dan arginin. Harus cukup mengandung kalori. Harus cukup mengandung vitamin. Harus cukup mengandung garam mineral dan air. Perbandingan yang baik antara sumber karbohidrat, protein dan lemak.  Selain syarat-syarat tersebut diatas, agar memberikan kesehatan bagi tubuh, sebaiknya juga harus Mudah dicerna oleh alat pencernaan. Bersih, tidak mengandung bibit penyakit, karena hal ini tentu akan membahayakan kesehatan tubuh serta tidak bersifat racun bagi tubuh. Jumlah yang cukup dan tidak berlebihan. Tidak terlalu panas pada saat disantap. Ma...
What money can buy? A bed but not sleep Medicine but not health Luxuries but not culture Computer but not brains Food but not appetite Finery but not beauty A house but not a home Amusements but not happiness Sex but not love Oh manusia yang malang Ketika muda mencari uang dengan mengorbankan kesehatan; Setelah senja menjual hartanya, untuk memperoleh kembali; Akhirnya yang didapat hanya sepetak tanah Sebagai alamat tetapnya berakhir Dikutip dari buku berjudul: The Dancing Leader 2.0: Jalan Cerdas Menuju Sehat Editor: Jusuf Sutanto